2026

Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebagai langkah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD sektor pajak dan opsen MBLB yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (21/5).

Dalam rapat tersebut, H. Herwan Antoni menegaskan bahwa penguatan pengawasan produksi pertambangan serta penyesuaian harga patokan MBLB menjadi langkah strategis untuk meningkatkan penerimaan daerah. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu menciptakan tata kelola pertambangan yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.

“Pengawasan dilakukan untuk memastikan kesesuaian produksi dengan izin usaha dan rencana kerja perusahaan,” ujar H. Herwan Antoni.

Ia menambahkan, data produksi menjadi dasar penting dalam validasi kegiatan usaha pertambangan sehingga pengenaan pajak dan opsen MBLB dapat dilakukan secara lebih akurat dan optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menjelaskan bahwa pengawasan produksi pertambangan MBLB dilaksanakan sesuai Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 2 Tahun 2025 Pasal 100.

Menurut Rico, selain melakukan verifikasi lapangan, pihaknya juga mengevaluasi laporan berkala yang disampaikan perusahaan pertambangan guna memastikan kepatuhan terhadap kewajiban pelaporan produksi dan penjualan.

Berdasarkan data Triwulan I Tahun 2026, sejumlah perusahaan telah menyampaikan laporan produksi dan penjualan, di antaranya CV Jerven Key Stone di Bengkulu Selatan dengan produksi batu hias mencapai 28 ton. Selain itu, terdapat pula perusahaan penghasil sirtu yang beroperasi di Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, Seluma, dan Bengkulu Utara.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Bapenda Provinsi Bengkulu Hadianto, perwakilan pemerintah kabupaten terkait, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam pengelolaan sektor pertambangan MBLB.

Bagikan ke Sosial Media

Berita Lainnya